Tour Manado

Didampingi Rektor Unsrat, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Ingatkan Ada Dua Kekuatan Besar Menghantui Indonesia

ODCNews.net
Manado – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Andi Widjajanto SSos M.Sc PhD menyambangi Universitas Sam Ratulangi Manado pada Selasa 6 Juni 2023.

Tiba di Universitas Sam Ratulangi, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, disambut oleh Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU bersama jajaran Unsrat.

Rektor Sompie dalam sambutannya pada pembukaan kuliah umum tersebut menyampaikan beberapa hal.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima-kasih serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi Unsrat mendapat kunjungan dari Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto

Kata Rektor, kuliah umum ini dilaksanakan sebagai bentuk konkrit kontribusi yang sangat berharga dari Gubernur Lemhannas terhadap Unsrat dalam rangka dan upaya memperkaya wawasan kebangsaan.

“Kuliah umum ini merupakan bentuk nyata dan konkrit dari Gubernur Lemhannas Republik Indonesia terhadap Unsrat, dalam rangka memperkaya wawasan kebangsaan kita,” ujar Rektor.

Dijelaskan pula, bahwa sebagaimana filosofi dari Dr Sam Ratulangi yakni ‘Si Tou Timou Tumow Tou’ juga menjadi salah satu pokok penting dalam kontribusi terhadap pengembangan wawasan kebangsaan terutama yang ada di civitas Universitas Sam Ratulangi.

Oleh sebab itu, Rektor mengatakan bahwa kuliah umum dari Gubernur Lemhannas adalah sangat penting yang nantinya akan menambah wawasan kebangsaan bagi keluarga besar Unsrat, sehingga berharap Unsrat akan mendapatkan asas manfaatnya dari kegiatan kuliah umum tersebut.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Republik Indonesia Andi Widjajanto pada kuliah umum tersebut mengambil topik ‘Kompetisi Hegemoni, Pancasila dan Indonesia’.

Pada kuliah umum tersebut, Andi Widjajanto menekankan mengenai lanskap Indonesia dalam menghadapi dua kekuatan, yakni kekuatan bertahan Amerika Serikat di Utara, dan kekuatan ekspansi China di selatan.

Dijelaskannya, bahwa dalam menghadapi dua kekuatan tersebut, Indonesia harus memiliki kemampuan sendiri yaitu tidak memihak ke kekuatan manapun yakni tidak berpihak ke kekuatan di utara maupun kekuatan di selatan.

Andi Widjajanto mengatakan dalam menghadapi berbagai tantangan global, Indonesia mengembangkan geopolitik berbasis Pancasila.

Dimana geopolitik berbasis Pancasila, bahwa Indonesia bukan negara agama, bukan negara ateis dan juga bukan negara sekuler.

Masa depan Indonesia untuk menjadi negara maju dan besar, antara lain ditentukan bagaimana Indonesia membangun kualitas demokrasi yang menjamin hak asasi manusia dan toleransi beragama.

Dengan kata lain, dikatakan Andi Widjajanto adalah terus memperkokoh serta mengimplementasi Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita harus terus memperkokoh dan mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar negara, agar cita-cita bangsa menjadi negara yang maju dan besar dapat terwujud,” kata Andi Widjajanto dalam kuliah umumnya. (*/Iduy)

 

About Marhaen

Check Also

Ketua KPU RI Dipecat, Langgar Kode Etik 

ODCNews.com Jakarta -Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua Komisi …