Tour Manado

Dua Lansia Kakak beradik Penjual Kue Bisa Wujudkan Mimpi Memenuhi Rukun Islam Kelima

ODCnews.net
Manado – Diiringi dengan doa dan niat yang baik semua bisa terwujud, bertahun-tahun menabung dengan mimpi suatu saat bisa menjadi tamu Allah menunaikan ibadah haji yang juga merupak rukun Islam yang kelima merupak cita-cita setiap Insam Muslim di Dunia ini.

Salah satu inspirasi yang di lakoni dua Kakak beradik penjual Kue basah yang Alhamdulilla bisa menunaikan ibad haji di tahun 2023 ini, mereka adalah Suhriah Mato 73 Tahun dan Nur A Mato 71 Tahun

Sang Kaka Suhriah Mato yang tinggal di Kelurahan Istiqlal , Kampung Arab dan Nur A Mato yang tinggal di kelurahan Perkamil, melakoni jualan kue bertahun- tahun dan menyisihkan pendepatan Meraka dengan niat menunaikan ibadah haji.

Saat di temui Kedua kakak beradik ini amat semangat usai diantar keluarga di Wisma Haji, Kelurahan Tuminting. Keduanya berpelukan sambil menangis sebagai tanda syukur diberi kesempatan oleh Allah umur panjang.

“Ya Allah rabal alamin. Torang berdoa terus agar diberi kesempatan bisa ke tanah suci. Torang pe doa dikabulkan. Alhamdulillah,”kata Nur.

Keduanya minta satu kamar di 108. Lantai satu khusus para lansia yang usai di atas 60 tahun.

Selagi duduk santai di kamar, Suhriah dan Nur sedikit mengisahkan perjalanan mereka sehingga bisa diundang Allah ke tanah suci.

Saling bergantian mereka menceritakan aktivitas mereka. Kata Suhriah dan Nur, biaya ke tanah suci, tabungan di bank selama bertahun tahun. Penghasilan mereka dari hasil menjual kue di pinggir jalan. Suhriah memilih di emperan jalan di Kampung Arab. Kalau adiknya di Perkamil.

“Iya benar ci Suhriah terkenal penjual kue di Kampung Arab,”kata staf Kemenag Sulut Camelia Malabar Yasin.

Awalnya kata Suhriah, dia tergerak ketika melihat orang tua seperti dia bisa naik haji. Dia tahu bukan orang berduit. Setelah tanya sana sini. Suhriah mengajak adiknya untuk buka tabungan di bank.

Pelan pelan setoran mereka bisa cukup untuk mendaftar pada tahun 2012. Setahun kemudian keduanya memperoleh nomor porsi 2013. Covid 19 yang melanda Indonesia tahun 2020 – 2021 sempat menciutkan hati mereka. Lantaran sesuai jadwal seharusnya mereka ke tanah suci tahun 2021.

Mereka akhirnya bisa tunaikan rukun Islam kelima, Wajah cerah tercermin saat dinyatakan masuk calon haji tahun 2023. Mereka pun dalam kloter 17 rombongan 3 dari kota Manado, provinsi Sulawesi Utara.

Kata orang kampung, Suhriah gigih dan bersemangat menjalani profesinya setiap hari. Pagi pagi nenek berapa cucu ini sudah siap di lapak. Kuenya dikenal lezat. Selain jual langsung, dia juga layani pelanggan. Kesibukannya tidak menomorduakan kewajiban syariat agama.

Sementara itu, Nur Amato, yang tinggal di Perkamil, memiliki pekerjaan serupa sebagai penjual kue keliling. Di usia 71 tahun, Nur Amato tetap aktif menjual kue di sekitar daerahnya. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu memberikan senyuman kepada pelanggannya.

Keduanya telah lama bercita-cita untuk menunaikan ibadah haji, dan pada tahun 2012, harapan mereka terwujud ketika mereka mendaftar dan mendapat nomor porsi 2013. Kini, dengan semangat dan niat tulus, mereka siap memenuhi panggilan Allah.

Kloter 17 rombongan 3 menjadi kelompok yang akan membimbing Suhriah Mato dan Nur Amato dalam perjalanan haji mereka. Bergabung dengan jamaah haji lainnya dari Sulawesi Utara, keduanya berharap dapat memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam dan memperkuat iman mereka.

Wakil Ketua PPIH Wahyudin Ukoli didampingi staf Humas Kementerian Agama Sulut Dr Tawil Asraka ikut rasakan kebahagiaan dua nenek dan 200 lansia lainnya.

“Suhriah Mato dan Nur Amato adalah bukti hidup bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengejar impian, termasuk menunaikan ibadah haji,”kata mereka.

Tawil menambahkan mereka menginspirasi banyak orang dengan semangat dan kesungguhan mereka dalam menghadapi tantangan hidup dan menjalankan tugas agama.

Perjalanan mereka menuju tanah suci Mekah merupakan momen yang sangat berharga dan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia. Masyarakat Manado dan Sulawesi Utara secara luas mengapresiasi dedikasi dan semangat luar biasa yang dimiliki oleh Suhriah Mato dan Nur Amato.

Semoga perjalanan mereka berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan. Kisah mereka akan terus mengilhami generasi mendatang untuk mengejar impian mereka tanpa memandang usia dan terus berjuang dalam menjalankan kewajiban agama.(Humas/Yudi Bastian)

.

About Marhaen

Check Also

Gelar Upacara HUT Ke-401 Kota Manado,  Walikota Angouw  Berharap Masyarakat  Bergerak Cepat  Menjadikan Kota Manado Lebih Baik

, ODCnews.com Manado – Pemerintah Kota Manado mengadakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT Kota …